Tentang Awal Cerita English Cafe

Saya kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI). Sejujurnya
memang tidak ada hubungannya antara jurusan SKI dengan apa yang saya geluti sekarang,
dunia entreprenuer. Namun faktanya memang begitu. Jurusan biarlah jurusan. Passion
biarlah passion.

Inilah awal mulanya…

Waktu semester empat, saya berpikir untuk menambah aktifitas lain, diluar kuliah, selain
organisasi. Saya pikir, kuliah hanya dihadapkan teori sana dan sini. Sementara organisai
lebih banyak rapatnya daripada actionnya. Saya mencari kegiatan lain yang lebih menarik,
lebih menantang, dan menambah pengalaman baru.

Terlintas dalam benak, kenapa tidak bekerja part time? Ya, part time!
Dimulailah mencari kerja part time dengan bertanya ke teman lewas SMS dan mencari info
di mading kampus. Maklum, tahun 2010 Facebook belum sebooming seperti sekarang. Tidak
ada Twitter, Instagram apalagi.

Selang beberapa hari, teman kelas nawarin kerja dimana dia juga bekerja disana. Sebuah
resto bertema ala pedas. Tepatnya di jalan Gejayan. Tidak jauh dari kos saya, Papringan. Bisa
ditempuh dengan naik sepeda.

Oya, saat itu saya memakai sepeda onthel. Sepeda dengan merek China yang saya beli dari
hasil beasiswa jurusan. Kebetulan saya dapat beasiswa selama 4 tahun. Dengan memiliki
sepeda itu, lumayan bisa membantu untuk kesana-kemari. Selama 1 tahun sebelumnya saya
jalan kaki. Karna sudah menggunakan sepeda, jadi lebih fleksibel mau kemana dan tentu
saja lebih cepat daripada jalan kaki.

Selanjutnya, saya siapkan lamaran kerja dan CV, sesuai permintaan pihak resto. Tidak terlalu
sulit memang. Bahkan tidak ada wawancara. Saya tinggal kasih dokumen, selanjutnya
menunggu kabar diterima atau ditolak. Kata teman saya sih, insyallah diterima. Entah apa
lobi-lobi politik yang dia lakukan dengan pihak dapurnya. Yang pasti dia menyampaikan itu,
saya percaya saja.

Dari segi jam kerja, sudah saya perhitungkan, jam 16.00-23.00 WIB. Tidak akan mengganggu
jam kuliah. Mungkin kendalanya hanya di organisasi, saya akan ketinggalan banyak rapat
penting. Haha.

Benar kata teman saya. Besoknya saya dapat kabar bahwa saya diterima dan sudah bisa
bekerja sore harinya. Alhadulillah senang. Oya, saya diterima di bagian waiter.
Setelah hari pertama kerja, besoknya saya memutuskan untuk berhenti. Kenapa? Saya akan
cerita ditulisan selanjutnya.

This template supports the sidebar's widgets. Add one or use Full Width layout.